Don’t Breathe, Ketika Napasmu Bisa Membunuhmu


Sabtu, 30 Maret 2019
Label: , , ,

Review Film Don’t Breathe (2016), Film Don’t Breathe adalah salah satu film yang cukup menegangkan untuk ditonton. Film yang bergenre horor dan thriller ini memang pantas diakui sebagai the best American horror. Namun, meskipun begitu, ada beberapa alur cerita yang sedikit membuat tanda tanya. Tapi bagi pencinta film yang ‘menegangkan’, film ini memang perlu Anda tonton.

Film Don’t Breathe disutradarai oleh Fede Alvarez, seseorang yang juga pernah menjadi sutradara film Evil Dead. Meski di film Evil Dead ia mendapatkan kontroversial karena terlalu banyak menampilkan darah, di film garapannya kali ini ia mulai memperbaikinya.

Dont Breathe, Ketika Napasmu Bisa Membunuhmu

Don’t Breathe dibintangi oleh Dylan Minnette sebagai Alex, Jane Levy sebagai Rocky, dan Daniel Zovatto sebagai Money. Mereka bertiga memerankan tiga pencuri amatir yang akan membobol rumah seorang veteran buta yang diperankan oleh Stephen Lang. Mereka bertiga tidak menduga bahwa rumah si buta yang akan mereka curi uangnya itu akan menjadi malapetaka yang mempertaruhkan nyawa mereka.

Sinopsis Lengkap Film Don’t Breathe (2016)

Adegan pembuka film ini memperlihatkan seorang laki-laki yang sedang menyeret seorang wanita dengan menariknya di bagian rambut di sebuah jalanan gang yang terlihat sepi dan mati tanpa penduduk. Cerita kemudian berlanjut memperkenalkan tiga orang pencuri Alex, Rocky, dan Money yang seringkali berhasil melakukan pencurian-pencurian amatir mereka. Satu hal dalam aturan mereka adalah mereka hanya akan mencuri uang di bawah 10 ribu dolar tidak boleh lebih dari itu, sebab jika lebih dari itu maka mereka akan mendapatkan hukuman yang berat jika tertangkap.

Dont Breathe, Ketika Napasmu Bisa Membunuhmu
# Kiri ke kanan: Money, Rocky, Alex #

Alex sebenarnya berasal dari keluarga yang berkecukupan. Ayahnya merupakan pemilik perusahaan keamanan rumah, disini perannya menjadi sosok penting ahli kunci dalam setiap aksi pencuriannya, itu karena ia seringkali mencuri kunci dari meja kerja ayahnya yang menyimpan semua kunci rumah pemakai jasa layanan perusahaannya. Tentu saja ini menjadi keuntungan tersendiri bagi genk tiga pencuri amatir ini. Lalu, kenapa Alex bisa terlibat dalam pencurian ini? Itu tak lebih karena ia sebenarnya telah jatuh cinta kepada Rocky.

Rocky sebenarnya adalah pacarnya Money. Alex sudah mengetahui hal itu tapi dia tetap berusaha mendekati Rocky. Rocky adalah satu-satunya wanita dalam geng tiga pencuri tersebut. Ia memiliki latar belakang keluarga yang bisa dibilang ‘kacau’. Ibunya seorang pemabuk dan ayahnya pengangguran. Dia dan adik perempuannya yang bernama Diddy berusaha keras untuk membiayai hidup mereka, dan berniat pindah ke California kelak jika mereka sudah memilki banyak uang lalu merubah nasib mereka.


Money sendiri adalah seorang yang bertingkah preman, seringkali melakukan hal-hal yang bodoh dan susah diatur. Tindakannya selalu gegabah tanpa berpikir panjang terlebih dahulu. Dia sudah tahu bahwa temannya Alex juga jatuh cinta pada pacarnya. Sehingga seringkali ia memperingatkan Alex untuk menjauhi Rocky.

Suatu saat, Money mendapatkan sebuah informasi gelap dari temannya tentang keberadaan rumah seorang veteran buta Perang Teluk yang memiliki banyak uang dari hasil ganti rugi kematian putrinya akibat kecelakaan. Dimana si penabrak putrinya tersebut telah memberikannya uang ganti rugi sebesar 300 ribu dolar. Tentu saja besarnya uang ini menjadi daya tarik Money mengajak kedua temannya untuk mencurinya. Ia pikir pencurian ini akan mudah dilakukan karena rumah tersebut hanya didiami oleh seorang tua yang buta. Apalagi dibantu dengan bantuan kunci dari Alex yang juga ternyata veteran buta tersebut memakai jasa layanan ayah Alex.

Alex sempat menolak, karena dengan begitu mereka telah melanggar aturan yang mereka buat sendiri, yaitu jangan mencuri uang di atas 10 ribu dolar. Kalau tertangkap hukumannya akan berat. Sayangnya, Rocky justru tertarik, ia berpikir akan memanfaatkan uang hasil curian itu untuk pergi bersama adiknya. Bujukan dan rayuan Rocky pun pada akhirnya meluluhkan hati Alex.

Mereka pun mempersiapkan diri untuk masuk ke rumah si buta tersebut. Dengan berbekal hasil pengintaian mereka, akhirnya mereka tahu bahwa si buta itu hanya tinggal bersama dengan seekor anjingnya saja. Dan keadaan disekitar rumah si buta juga benar-benar komplek yang sepi dan mati. Tentu saja kondisi ini membuat mereka senang.

Aksi pertama mereka adalah melumpuhkan si anjing penjaga tersebut. Dan dengan mudahnya mereka melakukan hal itu. Namun sayang, begitu hendak membuka kunci pintu depan, ternyata si buta telah menguncinya dengan empat kunci, sedangkan Alex hanya membawa satu kunci. Mereka pun berusaha mencari jalan lain, tapi tetap nihil. Pada akhirnya pandangan Rocky tertuju pada jendela tanpa teralis yang ia pikir akan muat untuk ia masuki.

Benar saja, ia berhasil masuk ke dalam melalui jendela tersebut dan segera melucuti alarm di rumah itu dengan bantuan alat dari Alex. Setelah itu, ia membukakan pintu samping agar kedua temannya bisa ikut masuk, namun sebelumnya, ia menyuruh Alex dan Money agar melepas sepatu mereka sehingga tidak berisik.

Setelah Money berhasil menaruh racikan obat biusnya di kamar si buta yang saat itu sedang tertidur, mereka menemukan sebuah pintu yang digembok rapat. Mereka pikir, mungkin uangnya ada disitu. Lalu berbagai cara pun dilakukan oleh Money untuk membuka gembok tersebut. Lagi-lagi, hal bodoh pun ia lakukan. Setelah gagal membuka gembok dengan linggis, Money malah menembak gembok itu dengan pistol yang ia bawa secara diam-diam. Tentu saja hal ini bikin Alex marah, dan ia segera mengajak Rocky untuk meninggalkan rumah itu. Sayangnya Rocky tidak mau. Alex pun pergi meninggalkan mereka berdua karena tidak mau menanggung risiko.

Benar saja dugaan Alex, suara letusan pistol itu telah membangunkan si buta yang kini menghampiri mereka. Money mencoba menjelaskan bahwa ia tidak sengaja masuk ke rumah itu karena sedang mabuk. Sayangnya, pecahan kunci gembok yang jatuh di lantai terinjak oleh si buta. Tentu saja si buta semakin garang. Money pun akhirnya mengaku bahwa ia memang ingin mencuri. Namun, si buta ini bukanlah sembarang orang, ia sudah terlatih, sehingga dengan mudah mampu membaca gerak-gerik Money hanya melalui telinganya saja. Pistol yang dipegang Money pun berhasil direbut dan karena tenaganya yang kuat, ia pun berhasil meringkus Money. Sebelum akhirnya ia menembakkan pistol itu ke kepala Money, ia sempat bertanya, apakah Money beraksi sendirian atau ada yang lain. Money sempat menjawab bahwa aksinya hanya sendirian. Lalu terbungkam oleh pistolnya sendiri. Nyawa Money melayang. Rocky yang ada di sudut lain melihat kejadian itu tanpa bisa berbuat apapun. Hanya bisa menutup mulut dan hidungnya agar tidak bersuara dan meredam napasnya.

Dont Breathe, Ketika Napasmu Bisa Membunuhmu
# Alex nyaris ketahuan berpapasan dengan si buta #

Suara tembakan pistol Money yang merenggut nyawanya sendiri membuat Alex yang berada di luar akhirnya kembali masuk ke rumah itu. Ia sempat berpapasan dengan si buta di lorong pintu masuk. Untungnya si buta tidak menyadari keberadaannya. Dari sinilah, ketegangan berlangsung, apalagi setelah si buta berhasil mengunci semua pintunya dan memasang palang papan kayu, kini Alex dan Rocky benar-benar terjebak di rumah itu.

Sementara itu, Rocky yang sedang bersembunyi di sebuah ruangan lemari segera mengirim pesan ke Alex dan memberitahu bahwa Money telah mati tertembak, sedangkan dirinya tersudut di dalam lemari besar itu. Ketika ia hendak keluar dari lemari tersebut, si buta tiba-tiba datang dan masuk ke dalam lemari dan disitulah akhirnya terbongkar tempat rahasia penyimpanan uang itu. Di dalam lemari itu terdapat sebuah brankas yang dikunci dengan kode, si buta itu mengecek brankasnya dan setelah tahu uangnya tidak hilang, ia kembali menutup brankasnya lalu keluar meninggalkan lemari itu. Kini, Rocky yang kebetulan melihat kejadian itu akhirnya mengetahui dimana tempat uang itu disimpan. Dan kode untuk membukanya pun juga sudah ia ketahui.

Alex berhasil menemukan Rocky dan segera mengajaknya untuk menelepon polisi, namun Rocky menolaknya. Dia malah membuka brankas uang itu lalu mengambil semua uang yang ada di dalamnya yang ternyata jumlahnya jauh lebih besar daripada yang mereka ketahui, mungkin sekitar satu juta dolar lebih. Setelah berhasil memperoleh uang itu. Mereka pun segera mencari jalan keluar untuk meninggalkan rumah itu. Disinilah ketegangan semakin menjadi. Apalagi setelah si buta menyadari bahwa ada orang lain di rumahnya dari sepatu yang ia temukan, dan setelah mengecek brankasnya, uangnya pun sudah lenyap. Si buta tersebut amarahnya pun meledak.


Adegan saling mencari pun terjadi. Si buta yang membabi buta mencari pelaku pencuri uangnya, sedangkan Alex dan Rocky yang sedang mencari jalan keluar dari rumah yang menegangkan itu. Namun, ketika Rocky dan Alex berusaha mencari jalan keluar dari ruang bawah tanah, mereka dikejutkan dengan temuan seorang wanita yang diikat erat dan meminta pertolongan mereka. Siapa wanita itu? Mengapa ia dikurung disana? Mungkin pertanyaan itu akan terlontar oleh Anda. Dan Anda akan mengingat kembali di adegan awal. Apakah wanita itu yang diseret oleh si buta di adegan awal?

Dont Breathe, Ketika Napasmu Bisa Membunuhmu
# Wanita yang disekap dan dihamili oleh si buta #

Pada akhirnya, terungkaplah bahwa, wanita yang diikat dan ditahan itu adalah pelaku pembunuhan atas anak dari veteran itu. Yup, anak veteran itu ternyata tidak meninggal karena kecelakaan, melainkan karena dibunuh oleh wanita itu. Dan sebagai hukumannnya, si buta itu menahan wanita itu untuk menjadi ibu dari anaknya. Ternyata juga wanita tersebut sudah dihamilinya, dan sedang mengandung anaknya. Hal ini diketahui saat terjadi tembakan pistol si buta yang memergoki Alex dan Rocky ketika hendak membobol pintu ruang bawah tanah. Tembakan pistol itu justru mengenai wanita tersebut yang sudah berhasil dilepaskan ikatannya dan ingin kabur bersama. Sayangnya, nasib berkata lain. Wanita itu justru meninggal ditangan si buta sendiri. Menemukan tubuh wanita yang mengandung benih anaknya, maka semakin kalaplah si buta. Adegan kejar-kejaran di rumah itu pun terjadi dan semakin menegangkan. Darah terlihat di mana-mana. Tembakan peluru semakin menambah mencekam, apalagi setelah aliran listrik di rumah itu pun dimatikan. Kini, mereka bertarung sebanding, yaitu sama-sama tanpa penglihatan.

Dont Breathe, Ketika Napasmu Bisa Membunuhmu
# Pertarungan sengit Alex dan Si buta #

Singkat cerita, dalam pertarungan itu, Alex akhirnya terbunuh. Dan Rocky berhasil melarikan diri meskipun sempat tertangkap lagi dan sempat akan menjadi pengganti wanita yang akan mengandung anaknya si buta alias si buta berencana akan menghamilinya, namun diakhir cerita polisi datang ke tempat itu, dan Rocky sudah berhasil kabur bersama uang tersebut. Rocky berhasil mewujudkan impiannya bersama adiknya pergi ke California untuk merubah nasib mereka. Lalu bagaimana dengan nasib si buta? Penasaran ya... Tonton donk... ^_^

Trailer Film Don’t Breathe (2016)



---------
  • Sutradara: Fede Alvarez
  • Produser: Fede Alvarez, Sam Raimi, Robert Tapert
  • Penulis: Fede Alvarez, Rodo Sayagues
  • Pemain: Dylan Minnette, Jane Levy, Daniel Zovatto, Stephen Lang
  • Genre: Horor, Thriller
  • Tanggal Rilis: 26 Agustus 2016
---------


Film Don’t Breathe (2016) ini menurut saya adalah film yang sangat menegangkan. Ada saatnya jantung Anda akan dibuat deg-degan, namun ada saatnya pula perasaan Anda akan terbawa emosi karena bingung untuk memihak yang mana. Sebab, di film ini kita memang akan dibuat bingung menentukan siapa yang salah dan menjadi korban. Di satu sisi, adalah seorang tua yang buta yang dirampok dan dicuri uangnya, namun disisi lain, ada pencuri yang dibunuh dengan kejam. Mana yang salah? Anda pasti bingung. Tapi di akhir film ini, saya yakin Anda pada akhirnya akan merasa sedikit salut dengan si buta. Kenapa demikian? Tonton filmnya sampai akhir ya...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Advertisement


0 komentar:

Posting Komentar