Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir, Kocak Abis!!


Minggu, 31 Desember 2017
Label: , ,

Review Film Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir (2017). Mungkin ini merupakan langkah awal bagi dunia perfilman Indonesia merangkak maju memperkenalkan film animasi keluarga yang benar-benar asli karya anak bangsa. Siapa yang tidak kenal dengan tokoh komik si Juki, yang anti mainstream, kocak, dan punya gaya sendiri alias gak ikutan-ikutan dengan yang lain. Si Juki, tokoh karakter komik buah karya Faza Ibnu Ubaidillah alias Faza Meonk yang sudah terkenal melalui berbagai macam media ini akhirnya dirilis ke layar lebar dalam format film animasi 2D dan ditayangkan serentak pada tanggal 28 Desember 2017 kemarin yang tidak diduga telah menghasilkan ribuan penonton pada pemutaran pertamanya.

Film ini disutradarai dan ditulis langsung oleh Faza Meonk sendiri dengan menggandeng rumah produksi film Falcon Pictures serta Frederica sebagai produsernya. Menurut sang Produser, penggarapan musik untuk film ini tidak tanggung-tanggung dibuat di luar negeri dengan biaya yang tidak sedikit. Dan untuk meramaikan film si Juki The Movie ini sederetan artis papan atas plus artis komedian kawakan diajak untuk mengisi suara, mereka diantaranya Indro Warkop, Tarzan, Bunga Citra Lestari, Tio Pakusadewo, Butet Kartaredjasa, Pandji Pragiwaksono, Arie Kriting, Agus Kuncoro, Jaja Mihardja, Ki Joko Bodo, Nikita Mirzani, dll.

Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir, Kocak Abis!!

Jika di Jepang memiliki Doraemon, Malaysia memiliki Upin Ipin, maka inilah Indonesia dengan memperkenalkan Si Juki.

Sinopsis Film Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir (2017)

Seperti karakter aslinya di komik, si Juki dalam film ini masih tetap memiliki karakter yang sama, yaitu jujur, dan selalu ingin tampil beda (anti mainstream). Si Juki (diisi suara oleh Muhammad Marzuki) sedari kecil memang sudah memiliki sikap seperti itu, ia mudah bergaul, jenaka, dan tampil beda dibandingkan teman-temannya. Dalam kehidupannya sehari-hari, si Juki hanya memiliki teman karib Coro (diisi suara oleh Bima Sakti), yaitu seekor kecoa lucu dan tengil, serta si Congky (diisi suara oleh Babe Chabita), yaitu pocong pingky yang gaul.


Review Film Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir (2017)

Beranjak dewasa, sikapnya tersebut membawa dia ke dalam kesuksesan dan ketenaran sebagai selebritis yang dikenal oleh masyarakat luas. Namun, karena ketenaran tersebut, yang seringkali tampil di acara televisi, telah membuatnya menjadi sosok yang ‘mainstream’ menurut beberapa orang ia sudah tidak beda lagi, yang sudah berubah jalur dari ‘anti mainstream’nya. Suatu saat ia berpikir lagi dan lagi, bahwa kehidupannya yang tenar saat itu telah membuatnya jenuh. Hingga pada sebuah acara televisi iklan produk, ia membuat ulah dengan kekonyolannya. Yang berakibat fatal pada karirnya sebagai selebritis. Ia pun diberhentikan menjadi artis.

Review Film Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir (2017)

Namun, pada saat itulah, di waktu dan kesempatan yang sama, seorang ahli Badan Antariksa Indonesia bernama Erin Pratama (diisi suara oleh Bunga Citra Lestari) dan partnernya Pak Anto (diisi suara oleh Tarzan) sedang mengalami sebuah masalah. Dimana peralatan antariksanya telah berhasil mendeteksi sebuah meteor yang teramat besar yang sedang meluncur ke arah kepulauan Indonesia, yang menurut perkiraannya akan dapat meluluh-lantakan Indonesia. Keadaan darurat berbahaya ini memang sudah sampai ke telinga Presiden. Namun, hampir tidak ada cara untuk menghentikannya.

Meskipun berbagai bantuan telah banyak dilakukan mulai dari munculnya pasukan elit Garuda Jaya yang diprakarsai oleh Ganjar (diisi suara oleh Panji Pragiwaksono) yang ingin mengambil alih penanganan meteor. Yang sayangnya menurut Erin memiliki perhitungan yang salah sehingga jika misi mereka dilakukan tetap tidak akan dapat menyelamatkan Indonesia. Akan tetapi, Erin tidak bisa mencegah pasukan tersebut, karena suaranya tidak didengarkan oleh pemimpin pasukan elit tersebut. Hingga pada akhirnya, ia mengetahui kebaradaan si Juki, dengan karakter Juki yang sedikit nyeleneh tersebut, menurut Erin dapat membantunya untuk menyuarakan tentang adanya ‘salah perhitungan’ pada misi antariksa pasukan itu.


Erin pun mendatangi si Juki. Tapi sayang, disaat Erin meminta bantuan Juki, disaat itu pula si Juki sudah tidak punya lagi ketenaran dan tidak bisa tampil lagi di televisi. Namun, Juki pada akhirnya memperkenalkan Erin ke pamannya Profesor Juned (diisi suara oleh Indro Warkop). Profesor Juned saat itu sedang melakukan riset tentang energi yang dihasilkan dari kotoran bebek, yang pada awal-awal film minuman dari kotoran bebek tersebut tanpa sengaja diminum oleh Juki. Nah, saat itu profesor Juned merasa aneh kenapa si Juki tidak mengalami apapun setelah meminum minuman dari kotoran bebek tersebut, dari situlah ia ternyata berhasil menemukan bahwa jengkol yang dimakan oleh Juki merupakan kuncinya. Disinilah sang profesor Juned berhasil mengembangkan energi baru yang ia namakan ‘energi jengkol’.

Review Film Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir (2017)

Perkenalan Erin dan profesor Juned membawa mereka ke dalam sebuah percakapan serius tentang bagaimana caranya memberitahu kepada kepala pasukan misi penyelamatan Indonesia John Bramm bahwa perhitungannya salah. Maka sebuah misi rahasia pun dijalani oleh Juki dan kawan-kawannya untuk menyelusup ke dalam markas pemimpin pasukan agar dapat memasukkan data yang benar ke dalam komputer mereka. Selama misi penyelusupan tersebut sayangnya ‘gagal’. Sehingga mengakibatkan pesawat roket pasukan Garuda Jaya mengalami masalah saat peluncuran dan akhirnya meledak.

Kejadian ini membuat kehebohan masyarakat Indonesia yang pada akhirnya mereka mencari kambing hitam pelaku sabotase. Dan disaat itulah gambar si Juki yang sedang menyelusup terbongkar oleh kamera CCTV, wajahnya pun dicap sebagai seorang teroris.

Singkat cerita, di satu sisi, Juki sedang menjadi buronan para polisi, namun disi lain, si Juki sedang dibutuhkan oleh profesor Juned untuk menghasilkan energi jengkol yang akan ia pakai dalam misi berikutnya, yaitu menerbangkan mobil roket buatannya. Selidik punya selidik, ternyata profesor Juned adalah mantan anggota badan antariksa Indonesia yang harus meninggalkan kerjaannya karena ditutup paksa oleh pemerintah. Ia punya seorang teman pilot yang handal bernama Togap (diisi suara oleh Tio Pakusadewo). Saat itulah Erin dan profesor Juned berusaha untuk membujuk Togap untuk menjadi pilot roket buatannya dalam menjalankan misi penyelamatan Indonesia dari ancaman meteor.

Bujukan mereka pun berhasil, kini roket itu pun bersiap diluncurkan dengan membawa serta bahan peledak dari energi jengkol yang akan diledakkan di meteor. Misi yang diberi nama “Panitia Hari Akhir” pun dijalankan. Dengan membawa awak sejumlah lima orang, yaitu Erin, Juki, Juleha (diisi suara oleh Wizzy), Togap, Buyung (diisi suara oleh Mudy Taylor) anak buahnya Togap, kini roket itu pun diluncurkan.

Sayangnya, bertepatan dengan roket meluncur, Profesor Juned ditangkap oleh tentara karena diduga terlibat dengan aksi teroris si Juki. Saat itulah Profesor mencoba meyakinkan bahwa saat ini si Juki bukanlah teroris melainkan seseorang yang sedang berusaha menyelamatkan Indonesia bersama teman-temannya. Pada akhirnya, omongan Profesor Juned pun didengar oleh Presiden (diisi suara oleh Butet Kertaredjasa) dan dipercayai. Mereka pun akhirnya melanjutkan rencana mereka.

Di detik-detik akhir, pesawat mereka mengalami masalah. Setelah peledak berhasil ditanamkan di meteor tersebut, sayangnya pelontar modul penyelamat mereka tidak bisa berfungsi dikarenakan ada kabel yang putus. Meski Juki sudah berusaha menggapai kabel tersebut, namun sia-sia tangannya tidak sampai. Dan pada saat itulah, sang pahlawan pun muncul, siapakah dia? Dialah Coro. Seekor kecoa imut sahabat karib Juki pada akhirnya menjadi sosok penyelamat dengan mengorbankan dirinya menyambung kabel pelontar modul pesawat dan ikut meledak bersama dengan meledaknya meteor tersebut yang dihantam oleh misil dari pasukan Presiden.

Modul penyelamat yang berisi lima orang itu pun berhasil mendarat tepat nangkring di atas tugu monas. Indonesia pun berhasil diselamatkan dari ancaman meteor. Dan pahlawan sesungguhnya adalah si Coro. Patung Coro yang besar akhirnya dibangun untuk memperingati dan menghormatinya.

Berikut ini adalah daftar pengisi suara di film Si Juki The Movie:
  • Bunga Citra Lestari sebagai Erin
  • Muhammad Marzuki sebagai Si Juki
  • Indro Warkop sebagai Prof Juned
  • Wizzy sebagai Juleha
  • Maya Wulan sebagai Mak Ijah (Enyak Juki)
  • Jaja Miharja sebagai Babeh Juki
  • Tio Pakusadewo sebagai Togap
  • Mudy Taylor sebagai Buyung
  • Tarzan sebagai Pak Anto
  • Babe Cabita sebagai Congky
  • Bima Sakti sebagai Coro
  • Ki Joko Bodo sebagai Mbah Gendeng
  • Agus Kuncoro sebagai Interrogator 1
  • Arie Kriting sebagai Interrogator 2
  • Butet Kertaredjasa sebagai Presiden
  • Jeremy Teti sebagai Reporter
  • Mongol sebagai Tuyul
  • Tyson Lynch sebagai John Bramm
  • Nikita Mirzari sebagai Bidadari
  • Panji Pragiwaksono sebagai Ganjar

Trailer Film Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir (2017)



------------
  • Sutradara dan Penulis Naskah: Faza Meonk
  • Produser: Frederica
  • Pengisi suara: Bunga Citra Lestari, Muhammad Marzuki, Indro Warkop, Wizzy, Maya Wulan, Jaja Miharja, Tio Pakusadewo, Mudy Taylor, Tarzan, Babe Cabita, Bima Sakti, Ki Joko Bodo, dll.
  • Genre: Animation
  • Tanggal Rilis: 28 Desember 2017
------------

Film Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir (2017) ini menurut saya sangat menghibur sekali, jujur, sedari awal main sampai akhir saya dibuat tertawa terpingkal-pingkal, benar-benar kocak abis, dikemas dengan gaya komedi satir dan gerak yang sangat bagus. Hampir tidak ada satu pun adegan suara yang meleset, semua pemain pengisi suara betul-betul menguasai karakter mereka masing-masing. Dan saya harap film animasi si Juki ini tidak hanya sampai disini saja, dilanjutkan dengan episode-episode cerita selanjutnya. Bahkan jika perlu tampilkan juga versi animasi 3D nya. Keren dan salut untuk Faza Meonk!! Beserta seluruh artis pemainnya.. Mantap! Anda harus nonton!!!


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Advertisement


0 komentar:

Posting Komentar